PATROLI HUKUM.COM,
Tapung 22/ 07/ 2019 - Semenjak Masuknya musim kemarau potensi Karlahut akan semakin tinggi membuat lahan di Bumi Lancang Kuning Riau rentan akan kebakaran karena ada jenis lahan yang sangat sulit untuk dijinakkan yaitu lahan gambut, ulah warga yang tidak bertanggung jawab membuat potensi kebakaran semakin besar menjadikan personel Satgas Karlahut hilir mudik melakukan Patroli dengan kendaraan Dinas.
"Di Riau Sudah ada beberapa kawasan yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Meski sudah dipadamkan petugas gabungan TNI, Polri dan BPBD setempat, titik api baru bisa saja muncul di daerah lainnya"
Terang Danramil 16 Tapung Kapten Inf Taufik Sihombing
Menurutnya petugas Satgas kebakaran lahan tak sepenuhnya disebabkan alam, meski wilayah utara Riau termasuk kategori rawan terbakar saat musim kemarau. Kebiasaan yang ingin mudah membuka lahan untuk dijadikan kebun juga menjadi faktor yang berpengaruh.
Danramil 16/ Tapung memerintahkan Tim Karlahut khususnya Sub Satgas Gab 6 dan 7 Tim dan Tim 3
agar mengantisipasi Kegiatan masyarakat yang sedang berkebun sembari memberikan penyuluhan tentang bahaya kebakaran lahan.

Biasanya, kebakaran masif bakal menimbulkan asap dan mengubah kualitas udara sehingga tidak sehat bagi makhluk hidu
Dengan Terbentuk nya Satgas Patroli Tak hanya melalui darat tim udara juga di terjunkan apabila ada kawasan yang terbakar.
BPBD Riau sudah menyiagakan tiga helikopter berbagai tipe untuk bom air menunggu instruksi untuk diterbangkan.
Dalam Sosialisasi Personel Babinsa dibekali materi oleh Danramil dan dengan memberikan himbauan kepada warga agar tidak membuka lahan , membuang puntung rokok di daerah lahan yang rawan kebakaran. Dan mencari terobosan menanam tanaman Porang yang sangat mudah menanamnya, Kegiatan Patroli disinergikan dengan Patroli instansi terkait sekaligus bersinergi dengan Kegiatan TMMD ke 105.
(MB)
"Di Riau Sudah ada beberapa kawasan yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Meski sudah dipadamkan petugas gabungan TNI, Polri dan BPBD setempat, titik api baru bisa saja muncul di daerah lainnya"
Terang Danramil 16 Tapung Kapten Inf Taufik Sihombing
Menurutnya petugas Satgas kebakaran lahan tak sepenuhnya disebabkan alam, meski wilayah utara Riau termasuk kategori rawan terbakar saat musim kemarau. Kebiasaan yang ingin mudah membuka lahan untuk dijadikan kebun juga menjadi faktor yang berpengaruh.
Danramil 16/ Tapung memerintahkan Tim Karlahut khususnya Sub Satgas Gab 6 dan 7 Tim dan Tim 3
agar mengantisipasi Kegiatan masyarakat yang sedang berkebun sembari memberikan penyuluhan tentang bahaya kebakaran lahan.

Biasanya, kebakaran masif bakal menimbulkan asap dan mengubah kualitas udara sehingga tidak sehat bagi makhluk hidu
Dengan Terbentuk nya Satgas Patroli Tak hanya melalui darat tim udara juga di terjunkan apabila ada kawasan yang terbakar.
BPBD Riau sudah menyiagakan tiga helikopter berbagai tipe untuk bom air menunggu instruksi untuk diterbangkan.
Dalam Sosialisasi Personel Babinsa dibekali materi oleh Danramil dan dengan memberikan himbauan kepada warga agar tidak membuka lahan , membuang puntung rokok di daerah lahan yang rawan kebakaran. Dan mencari terobosan menanam tanaman Porang yang sangat mudah menanamnya, Kegiatan Patroli disinergikan dengan Patroli instansi terkait sekaligus bersinergi dengan Kegiatan TMMD ke 105.
(MB)
Tags
koramil 16/Tapung
