BREAKING NEWS$type=ticker$cols=4

Pembayaran Berobat DiPuskesmas Onanrunggu ,Rp1000.000,- Jadi Misteri?

Patrolihukum.Com, Kab. Samosir - Adapun info klarifikasi kami tertanggal 21-mei-2021 ditempat:sama istri korban sari mangihut tua samosir(pa...

Patrolihukum.Com,

Kab. Samosir - Adapun info klarifikasi kami tertanggal 21-mei-2021 ditempat:sama istri korban sari mangihut tua samosir(pak geral samosir).Berobat pada tanggal 23 februari 2021,yang diobati dipuskesmas onanrunggu,tidakkah sesuai dengan aturan puskesmas.Terjadinya pembayaran Rp1000.000,- yang dibayarkan oleh istri korban ,dan diterima oleh pihak puskesmas onanrunggu onanrunggu,sebut korban:Napoleon Sianipar.Dan setelah informasi kami dapat dari istri korban,kami dari pihak media online patroli hukum mencari informasi tersebut kepuskesmas onanrunggu.

Tentang informasi tersebut tanggal 22 mei 2021,kami langsung klarifikasi kepada Kapus Dr.Paulina Gultom dipuskesmas tersebut.Dan pernyataan Kapus tersebut,bahwa bayaran Rp1000.000,- itu,tidaklah sepengetahuan saya.Pada hal informasi yang kita dapat dari pihak korban, bahwa Dr.paulina Gultom telah bertanya kepada istri korban,berapa yang sudah kamu bayar? Jawab istri korban:Rp 1000.000,- Dokter.Apakah alasan Dr.Paulina Gultom ini,sesyai dengan alasan tidak tau? Atau Dokter ini sengaja untuk menutup nutupi kekurangan atau kesalahan dipuskesmas yang dia pimpin?

Kami lanjuti pertanyaan apakah ada aturan yang memperbolehkan,ketika ada pasien berobat kepuskesmas ini,ada tagihan atau pembayaran?jawab kapus tersebut,itu tidak boleh, Lantas: kami lanjut,jadi duit yang Rp1000.000,-,dikemanakan bu dokter?jawab dokter:Kalaupun ada duit Rp1000.000,-diterima,itu akan dibagi bagi kepetugas yang menangani pengobatan itu.

Adapun informasi ini harus dipertanyakan juga kepada pak Napoleon Sianipar,kata dokter Paulina Gultom.Dan pada tanggal 22 mei 2021,kami kembali klarifikasi kepuskesmas tersebut dengan kapus dan Napoleon Sianipar,dan Napoleon Sianipar tidak mengakui,bahwa duit Rp1000.000,- tidak ada dia terima.Pada hal pihak korban sudah me gatakan,bahwa duit tersebut diminta oleh Napoleon Sianipar,tanpa ada kwitansi tanda bukti.Ada apa sebenarnya dipuskesmas onanrunggu ini.Tidak ada keterbukaan dan kejujuran.Apakah ini cara pelayanan yang sesungguhnya?Dan kata kata pak Napoleon Sianipar,berkata:Kenapa jadi kalian yang keberatan,sedangkan pihak korban tidak keberatan.Inilah kata-kata pak Napoleon Sianipar kepada awak media.Ketika informasi warga tersebut, kami klarifikasi kepuskesmas,dan kata -kata ini kuat dugaan bahwa duit Rp1000.0000,-,kemungkinan besar ada diterima pihak puskesmas.

Tanggal 24 mei 2021, kami lanjut klarifikasi kedinas kesehatan dipangururan,yang diterima oleh sekdis kesehatan Jalaman Sitanggang.Kami klarifikasi dari dua media,yaitu:pers patroli hukum (Jefri Butarbutar) ,(Ruslan Nurhayati Pakpahan) dan Indo Globenews(Marada sihombing).Dan kami langsung bertanya hal,Katika ada orang sakit dibawa kepuskesmas,apakah pihak yang sakit harus membayar biaya berobat dipuskesmas tersebut?jawaban Sekdis,segala sesuatu biaya berobat dipuskesmas,semua gratis.Itu aturan yang berlaku didinas kesahatan.kata sekdis Jalaman sitanggang.

Begitu juga informasi yang kami dapat dari kepala dinas kesehatan ,Bapak Nimpan karokaro,bahwa segala sesuatu yang berobat dipuskesmas adalah gratis.

Tanggal 2 mei 2021,Sekdis kesehatan mengundang kami kepuskesmas onanrunggu untuk mengklarifikasi kembali kepada kapus dan pak Napoleon Sianipar,ternyata Kapus kapus dan Pak napoleon ,selalu membela diri,seolah olah tugas dan tanggungjawab sebagai petugas kesehatan dipuskesmas tersebut,tidaklah penuh tanggungjawab,atas apa yang terjadi dipuskesmas tersebut.

Dan sekdis tersebut,tidak mampu mengambil keputusan dengan adanya informasi warga,tentang pembayaran Rp1000.000,- dipuskesmas onanrunggu.

Sama halnya ketika kami dapat informasi dari warga tentang pembayaran,oleh warga kepihak puskesmas Rp100.000,-.Setelah kami pertanyakan kepihak puskesmas onanrunggu.Duit Rp 100.000,-, tersebut sudah dipulangkan oleh dokter yang menerima dari warga tersebut.

Kadis Nimpan karokaro,menyatakan langsung aja dilaporkan kepihak hukum,agar ditindak lanjuti masalah informasi ini.Kalau saya sudah tidak mampu lagi,mengarahkan orang itu,kearah yang lebih baik.

Harapan dari masyarakyat,secara khusus kec.Onanrunggu,agar masalah ini diperhatikan oleh pemerintah Kab.Samosir agar tidak terulang kembali.

(Jefri Butarbutar/Red)

COMMENTS