BREAKING NEWS$type=ticker$cols=4

Festival Lomba Martumba , Lomba Uning Uningan Dan Sanggar Seni Yang Di Selenggarakan Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir

Patroli Hukum Samosir (19/08/2022) Festival Lomba Martumba dan Lomba Uning Uningan dilaksanakan di Dermaga Ferry Onan Runggu , Desa Onan Run...


Patroli Hukum Samosir (19/08/2022)

Festival Lomba Martumba dan Lomba Uning Uningan dilaksanakan di Dermaga Ferry Onan Runggu , Desa Onan Runggu , Kecamatan Onan Runggu ,  Kabupaten Samosir yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir.


Martumba merupakan bagian dari kebudayaan Batak dalam bentuk tarian rakyat yang dilakukan oleh kalangan muda-mudi. Martumba ini memiliki keunikan karena tarian ini dilakukan sambil bernyanyi dan lagu yang dinyanyikan berbentuk umpasa (Pnatun Red)


Uning Uningan merupakan peralatan musik yang dipergunakan adalah Gondang Batak , juga lebih sederhana dari pada peralatan waktu upacara adat. Pada umumnya, martumba memiliki fungsi sebagai hiburan bagi masyarakat, melatih kerja sama dan juga sebagai sarana pendidikan. Saat ini, tradisi martumba sudah jarang terlihat di kalangan masyarakat.


Terlaksananya Festival martumba dengan  pesertanya yakni ; Para SD ada 7 group , SMP ada 2 group  , SMA ada 1group.

Festival sanggar dengan pesertanya yakni ; Group Parsaoran Nauli ,Art Turnung , group Jolo News.

Festival Uning Uningan dengan pesertanya  yakni ; SMP ada 4 group , SMA ada 2 group , Group Parsaoran Nauli , Group Toba Art , Group Samosir Art , dan Group Partukoan Adat Samosir.


Setiap pantun yang dinyanyikan memiliki makna tersendiri yang disampaikan kepada muda-mudi maupun kepada para penonton. Martumba memiliki perbedaan dengan tortor yang dilakukan saat upacara adat, walaupun gerakan tari dalam martumba adalah dalam bentuk tortor , dalam martumba, tari dan lagu ditampilkan dengan riang dan penonton dapat berinteraksi langsung dengan penari.


Dinas Pariwisata memprogramkan untuk pelestarian dan pengembangan tradisi martumba yang unik . Bentuk pelestarian dan pengembangan yang diprogramkan adalah dalam bentuk sosialisasi dan juga transformasi ke dalam bentuk senam menjadi Senam Tumba.

Senam Tumba ini nantinya diprogramkan menjadi senam yang menarik dan dapat diterapkan di kalangan masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan di kawasan Danau Toba dan Sumatera Utara pada umumnya. Selanjutnya, martumba ini diharapkan menjadi atraksi pariwisata di destinasi-destinasi pariwisata untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kawasan Danau Toba.


“Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir berupaya melakukan berbagai even promosi untuk menarik minat wisatawan ke Samosir. Melalui agenda rutin pariwisata Samosir, yakni “Pesona Samosir ” menjadi even untuk melestarikan seni budaya martumba,” kata Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Samosir , Ibu Irayana Simbolon.


Ia mengatakan, tujuan kegiatan festival martumba menjadi sarana pendidikan dan juga bagian pelestarian dan pengembangan seni budaya, khususnya Martumba sebagai atraksi pariwisata. Dengan atraksi tersebut akan mendorong dan meningkatkan semangat masyarakat untuk lebih perduli dan cinta pada bidang kepariwisataan dan budaya.Terlaksananya acara festival tersebut di sponsori oleh Bank SUMUT.


Ada pun hasil terbaik dari beberapa group Martumba yang mendapatkan juara yakni ;

Juara 1 ; SMP N 1 Onan Runggu 

Juara 2 ;Sanggar Seni Parsaoran  Nauli

Juara 3 ;Sanggar Seni Jolo News

Harapan 1 ;Pakpahan

Harapan 2 ; SMA N 1 Onan Runggu

Harapan 3 ; Sanggar Seni Art Turnung


Group Uning Uningan yang mendapatkan juara yakni ;

Juara 1 ; Sanggar Toba Art

Juara 2 ; Samosir Art

Juara 3 ; Samosir Etnik

Harapan 1 ; Nainggolan 

Harapan 2 ; Pakpahan

Harapan 3 ; Sanggar Seni Parsaoran Nauli


Dalam sambutannya Camat Onan Runggu ,Agus Bonar P. Gultom menyampaikan terimah kasih kepada Dinas Pariwisata yang telah menyelenggarakan acara festival Sanggar Seni , Martumba dan Uning Uningan tersebut , harapan beliau kedepannya akan semakin di tingkatkan agar seni budaya Batak tidak punah di Kabupaten Samosir

(Ruslan Nurhayati Pakpahan/red)

COMMENTS